Kamis, 31 Januari 2019

Cara Budidaya Jamur Tiram di Rumah untuk Pemula


Budidaya Jamur Tiram
Cara Budidaya Jamur Tiram di Rumah – Ada banyak sekali jenis jamur Tiram (Pleurotus ostreatus), mulai dari abu-abu, tiram putih, cokelat dan juga emas. Masing-masing tentunya punya keunikan sendiri. Selain itu, jamur tiram sekarang bukan lagi bisnis yang asing di telinga.
Kebutuhan akan jamur Tiram ini selalu tinggi karena disukai semua kalangan masyarakat. Bahkan kreasi makanan dari bahan jamur ini juga semakin banyak saja.
Nah, bila Anda tertarik untuk memulai usaha budidaya jamur tiram, ada baiknya Anda memperhatikan hal mendasar tentang cara budidaya jamur tiram untuk pemula berikut ini:

Cara Budidaya Jamur Tiram di Rumah

Daftar Isi

1. Memilih Bibit Jamur Tiram yang Baik

Pilihlah hanya bibit jamur yang baik agar jamur Tiram yang dihasilkan pun nantinya akan baik.  Ada banyak petani jamur Tiram yang tidak memperhatikan hal ini yang akhirnya menyebabkan miselium tidak tumbuh seperti yang seharusnya sehingga panen jamur Tiram pun tidak sesuai harapan.
Untuk mendapatkan bibit jamur Tiram terbaik, kita bisa melakukan dua cara ini:
  • Membibitkan sendiri bibit murni hingga mendapatkan bibit F1
  • Membeli dari instasi penyedia bibit jamur Tiram yang terpercaya
Namun, bila kita masih pemula disarankan untuk membeli saja bibit jamur Tiram yang akan dibudidayakan.
  • Pilih bibit jamur tiram dengan BER sekitar 75%
  • Pastikan miselium berwarna putih dan telah tumbuh penuh merata dimedia tumbuh nya
  • Pastikan tanggal pembuatannya belum kadaluarsa
  • Berkonsultasi dengan petani jamur tiram yangg sudah berhasil

2. Tahap Pembuatan Media untuk Pertumbuhan Jamur

Secara umum, media tempat pertumbuhan jamur tiram adalah dengan menggunakan baglog. Baglog ini terbuat dari bekatul, grajen (serbuk gergaji) dan kapur. Campuran tiga bahan inilah yang nantinya bisa mengeluarkan jamur tiram.
Cara membuat baglog sendiri harus memperhatikan perbandingan grajen dan bekatul. Perbandingannya adalah 100 kg grajen dan 10 kg bekatul, serta 1-2 kg kalsium atau kapur. Kemudian ikuti petunjuk berikut:
  • Kesemua bahan ini diaduk rata. Jangan lupa tambahkan air sekitar 60% dari berat bahan.
  • Tutup adukan. Bisa Menggunakan terpal atau plastik.
  • Gunakan plastik ukuran 17×30/20×35/15×30, lalu isi dengan adonan tadi. Ingat, komposisinya juga harus padat.
  • Umumnya baglog ukuran kecil yang sudah diisi adonan bisa mencapai berat 1,8 kg.

3. Fermentasi Media Tumbuh Budidaya Jamur Tiram

Langkah ini cukup penting dilakukan sebelum kita menanam jamur Tiram. Dengan membuat media tumbuh jamur Tiram dengan proses fermentasi, maka hasil jamur yang akan dipanen juga akan memuaskan. Selain itu, proses ini juga akan membunuh jamur liar lain yang berpotensi mengganggu pertumbuhan jamur Tiram
Caranya cukup mudah, diamkan media tumbuh tersebut (lihat poin 2) selama kurang lebih 5 – 10 hari. Hal ini bertujuan agar proses pelapukan atau pengomposan pada material tanah sudah terjadi.
Pada proses ini, suhu udara di sekitar medi tumbuh jamur akan meningkat hingga 70 derajat celcius. Dan kita perlu melakukan proses perataan material tanah dengan cara membolak-balikkan material tanah tersebut di semua sisi. Jika baglog sudah berwarna cokelat kehitaman, ini berarti media tumbuh jamur Tiram sudah siap.

4. Sterilisasi Baglog Jamur Tiram

  • Selanjutnya adalah proses sterilisasi baglog jamur tiram. Yang pasti Anda akan membutuhkan beberapa drum.
  • Drum pertama, isi drum dengan air sekitar 30-50 cm dari dasar drumnya. Kemudian panaskan air dalam drum sampai mengeluarkan uap. Jangan lupa drum ditutup yang sudah dilubangi lalu diisi selang besar untuk dihubungkan dengan drum ke-dua.
  • Aliran uap masuk ke drum ke-dua dari bawah. Kemudian bagian atas ditutup dengan pengencang dari besi yang diberi lubang untuk dihubungkan dengan drum ke-3.
  • Drum ke-3 berisi media juga dan prosedurnya sama seperti langkah di atas.
  • Sampai pada drum terakhir harus pada plastik yang diikat dengan tali tambang. Jangan menggunakan besi karena berpengaruh besar pada tekanan.
Cara diatas dikenal dengan sistem steriliasi chanel. Cara ini lebih hemat bahan bakar. Ketika suhu media sudah mencapai 60 derajat celcius. Diamkan selama 6 jam dan dingin secara natural. Kalau suhu sudah menunjukkan 40-45 C, buka tutup yang terakhir dan bawa media ke rak.

5. Proses Inokulasi Baglog Jamur Tiram

Setelah proses sterilisasi baglog jamur Tiram selesai dilakukan, selanjutnya pindahkan baglog tersebut ke tempat inokulasi, biarkan selama 1×24 jam agar kembali ke suhu normal. Pastikan bahwa sirkulasi udara di tempat tersebut berjalan dengan baik untuk mencegah baglog tercemar bakteri atau spora pathogen.
Ini adalah tahap-tahap pengisisan bibit ke dalam baglog:
  • Siapkan botol bibit F3, lalu semprot dengan alkohol. Selanjutnya mulut botol sebentar dengan api spiritus sampai sebagian kapas terbakar, lalu matikan api tersebut
  • Buka kapas penyumbat botol, lalu aduk dengan benda yang sudah disterilkan di atas api
  • Pindahkan bibit dari botol ke dalam baglog hingga sebatas leher baglog tersebut, sekitar 10 gr bibit. Tutup kembali baglog tersebut dengan kapas.

6. Masa Inkubasi Jamur Tiram

Pada tahap inkubasi, jamur tiram harus diletakkan pada suhu ruang dengan rentang 22-28 derajat selsius. Kelembapan yang dibutuhkan yaitu 60-70%. Masa inkubasi ini berlangsung selama beberapa minggu sampai tumbu miselium.
Kalau miselium ini sudah muncul, tutup pada jamur dibuang dan biarkan terbuka. Jangan lupa semprot jamurnya setiap hari untuk menjaga kelembapan. Dalam satu bulan jamur ini akan mulau tumbuh dan besar untuk bisa dipanen.

Cara Panen Jamur Tiram

Para pengusaha budidaya jamur tiram harus memahami cara panennya. Jangan sekali-kali memanen jamur dengan tangan karena bisa menyebabkan luka dan terjadi pembusukan pada jamur tersebut. Panen dilakukan hanya dengan pisau tajam atau cutter bersih.
Potong di bagian pangkal batang, setelah itu langsung diletakkan ke dalam keranjang. Dalam hal ini Anda juga tidak diperkenankan membersihkan jamur di dalam ruangan pengembangbiakan. Untuk pengemasan, masukkan jamur tiram tersebut ke dalam plastik transparan dengan gelembung cukup.
Jangan terlalu banyak udara karena jamur nantinya bisa mengeluarkan gas. Tidak lupa juga, jangan membuka pintu lebar-lebar sehingga cahaya terang masuk. Hal ini akan mengganggu kadar kelembapan ruangan tempat jamur tumbuh.

Proses Pemasaran Jamur Tiram

Tahap terakhir untuk usaha budidaya jamur tiram adalah proses pemasaran. Pemasaran ini tidak harus menjualnya ke pasar saja, menjadi pemasok utama di bidang kuliner juga bagus. Atau kalau Anda ingin membuat produk olahan dari usaha budidaya jamur tiram Anda juga akan memberikan nilai lebih.
Hanya saja energi dan dana yang dikeluarkan di awal akan sangat besar. Ada banyak sekali pengusaha budidaya jamur tiram yang memanfaatkan peluang ini agar omset naik.
Yang penting rajin promosi dan nimbrung diantara sesama pengusaha agar mendapatkan ide dan koneksi baru. Pelajari juga cara pengemasan jamur karena sayuran ini terkenal cepat layu.

Tugas Video


Kamis, 17 Januari 2019

Cara Mengembalikan Akun Instagram Yang di Hack

Sebagai media sosial yang lagi booming banget sekarang, Instagram adalah sarang empuk buat hacker. Gak terhitung deh berapa akun Instagram yang sempat di hack alias dibobol. Mulai dari artis sampai kelas selebgram atau orang yang cukup punya pengaruh di Instagram pasti pernah di bobol akunnya alias di hack sama para hacker dengan berbagai tujuan.
Kebanyakan orang pasti langsung bingung dan panik kalau akun Instagram-nya sudah di hack. Padahal kan ada cara kembalikan akun Instagram yang kena hack, nggak susah kok gampang banget! Mau tahu gimana caranya? Simak ulasannya dibawah ini ya!
Ps. Langkah berikut ini dilakukan via Instagram website.

1. Buka help.instagram.com lalu pilih "Privacy & Safety".

Cara Kembalikan Akun Instagram yang Kena Hack! Gampang kokhelp.instagram.com
Jadi, kalau akun Instagram-mu ke hack maka jangan ragu untuk meminta bantuan via help.instagram.com lalu pilih menu Privacy & Safety > Report Something > Hacked Account > I Think my account has been hacked > Report it to us.
Setelah itu, akan ada beberapa pertanyaan yang muncul dan kamu perlu mengisinya dengan benar dan sejelas-jelasnya.

2. Sama seperti langkah pertama, tapi pilih menu "Impersonation Account".

ADVERTISEMENT
Cara Kembalikan Akun Instagram yang Kena Hack! Gampang kokhelp.instagram.com
Langkah-langkahnya hampir sama kok seperti di atas, hanya saja pilih menu Impersonation Account untuk melaporkan bahwa akunmu diambil alih sama orang lain. Perlu diingat, untuk melaporkan akunmu yang kena hack pakai cara ini maka kamu wajib mengisi form yang sudah disediakan Instagram dengan email lengkap yang kamu gunakan untuk mendaftar awal ke Instagram.
Selain itu, pastikan sekarang akun Instagrammu sudah berganti nama atau tidak. Kalau berganti nama, maka kamu wajib memasukkan nama yang sekarang digunakan akunmu agar pihak Instagram bisa dengan mudah membantu mengembalikannya.

3. Jika sudah berhasil lapor, maka akun Instagram-mu akan hilang!

Cara Kembalikan Akun Instagram yang Kena Hack! Gampang kokgiphy.com
Gak usah panik, itu memang langkah dari pihak Instagram untuk memastikan bahwa memang ada tindakan pembobolan terhadap akunmu. Kamu gak bakal bisa mencari nama akunmu di kolom pencarian dan saat kamu mengetik nama akunmu maka akan muncul "user not found".
Ingat, saat nama akunmu gak bisa ditemukan jangan coba-coba mendaftar lagi di Instagram dengan nama akun yang sama. Soalnya, itu malah bisa bikin pihak Instagram bingung dan malah bikin kamu seakan-akan jadi pihak yang meng-hack akunmu.

4. Jangan bosan cek email!

Cara Kembalikan Akun Instagram yang Kena Hack! Gampang kok
Pasca laporan, cek deh emailmu. Apa ada pesan masuk dari pihak Instagram terkait laporanmu. Kalau memang ada email masuk dari Instagram terkait langkah yang perlu kamu lakukan terkait pengembalian akunmu, maka segera ikuti.
Biasanya, pihak Instagram akan meminta kamu untuk melakukan instruksi sebagai berikut: tulis tangan nama akun dan nama lengkap serta kode rahasia dari Instagram di kertas putih. Kemudian foto wajahmu dan kertas putih itu untuk memverifikasi bahwa kamu memang pemilik asli akun.
Usahakan, baik posisi atau wajah sesuai dengan salah satu foto yang pernah kamu upload di Instagram atau minimal mirip dengan foto profilmu.

5. Instagram juga akan mengirim email terkait form yang perlu kamu isi (lagi) untuk mengembalikan akunmu!

Cara Kembalikan Akun Instagram yang Kena Hack! Gampang kokgiphy.com
Jadi, setelah mengirim balasan email terkait verifikasi data dan dirimu maka pihak Instagram sekali lagi akan mengirimimu dengan form yang perlu diisi dengan data diri terutama foto atau copy ID. Balas dan isi email satu ini dengan sejelas-jelasnya ya guys! Jangan sampai ada informasi penting atau kolom isian yang gak terisi.

6. Jika sudah melakukan langkah-langkah di atas, bersabarlah menunggu balasan pihak Instagram.

Cara Kembalikan Akun Instagram yang Kena Hack! Gampang koktime.com
Ya, biasanya sekitar 4 sampai 7 hari pihak Instagram baru akan membalas dan mengembalikan akun jadi milikmu lagi. Tandanya kalau akunmu sudah kembali adalah munculnya username-mu di kolom Pencarian.
Ikuti langkah pemulihan akunmu sesuai dengan email balasan terakhir dari pihak Instagram dan kamu pun sudah siap kembali menggunakan akun Instagram-mu lagi.
Gimana guys, mudah banget kan? Meski prosesnya agak lama tapi worth it kok untuk mengembalikan akun Instagram-mu lagi! Coba deh dipraktikkan kala suatu kali akunmu ter-hack.

Budi Daya Ulat Sutra






        Ulat sutera atau ulat murbei  meuakan salah satu jenis serangga dari jenis ulat yang memang dari sisi pendapatan memiliki nilai yang cukup tinggi karena ulat ini merupakan salah satu ulat penghasil serat benang sutera. mengapa di sebut dengan nama ulat murbei , karena ulat jenis ini makan dari daun murbei dan tidak menyukai jenis daun  lainnya. Ada beberapa hal yang perlu anda pahami ketika ingin beternak ulat sutera ini , yaitu perkembangan dari pada ulat sutera ini membutuhkan waktu sekitar 10 hari untuk menetas yang berbeda dengan Budidaya Ulat Hongkong . setelah menetas kemudian akan menjadi ulat dan membentuk kepompong mentah.
Setelah si ulat masuk ke dalam tahap menjadi kepompong mentah , disitulah kepompong mentah akan di pintal bagian benang sutera yang sekitar panjang 300 meter sampai dengan 900 meter. Serat dari pada benang sutera yagn di hasilkan ketika di pintal biasanya memiliki diameter sekitar 10 mikrometer.
Dalam hal makan , ulat sutera ini termasuk ulat yang rakus . ulat ini makan sepanjang hari selagi stok makanan yang ada di sekitarnya masih ada. Memang ke rakusan dari pada ulat sutera ini berdampak kepada pertumbuhan dan juga perkembangan ulat yang cukup pesat dengan mengalami 4 fase ganti kulit yang berbeda dengan Cara Cepat Ternak Ulat Kandang .
Dalam perubahannya itu sendiri ketika warna kulit masih berwarna kuning , berarti mengindikaskan bahwa ulat sutera ini akan segara membungkus dirinya sendiri dan akan berubah menjadi kepompong. Ketika kita memang ingin memanfaatkan benang sutera yang di hasilan oleh ulat sutera ini adalah tips yang harus di kenali dulu sebelum masih ke bagian cara ternak ulat sutera seperti kita harus merebus terlebih dahulu ulat sutera yang memang belum masuk atau sebelum menjadi matang supaya menghasilkan benang sutera yang bagus dan memiliki kualitas terbaik.
Selain itu juga merebus ulat sutera ini bertujuan sebagai membunuh ulat sutera sehingga akan memudahkan dalam menguraikan serat-serat kepompong sutera.
Bagi anda yang memang tertarik dan atau hanya ingin mempelajari bagaimana cara ternak ulat sutera atau membudidayakan ulat sutera , berikut adalah beberapa tahapan yang perlu anda ketahui.
Dalam cara membudidayakannya , ternak ulat sutera secara garis besar di bagi menjadi 5 tahapan yang dimana di mulai dari persiapan kandang yang kemudian di susul dengan persiapain pembibitan , pemberian makanan , dan juga proses bagaimana memelihara ulat sutera ini. namun memang perlu kita ingat bahwasannya beternak ulat jenis ini merupakan sebuah usaha yang cukup baik apabila di tinjau dari segi ekonomi yang di hasilkan.
Hal itu karena harga jual dari pada benang sutera yang di hasilkan oleh ulat ini memiliki nilai jual yang cukup tinggi ketika kualitas dari pada benang yang di hasilkan juga tinggi.
Seperti contoh adalah hasil dari pada benang sutera itu sendiri adalah kain sutera yang biasa di pakai untuk bahan pakaian kelas menengah ke atas yang memiliki tampilan dan kenyamanan berpakaian yang cukup baik. Sehingga nilai jual dari pada kain sutera sampai dengan pakaian yang berbahan dasar dari pada benang sutera ini cukup tinggi.
Berikut adalah penjelasan terhadap 5 cara ternak ulat sutera yang bisa anda ikuti ketika memang berniat beternak ulat sutera.
Sponsors Link

1. Persiapan Kandang Ulat Sutra

 
        Hal pertama yang harus di lakukan dalam membudidayakan atau cara ternak ulat sutera adalah dengan mempersiapkan kandang dari pada ulat sutera hidup.
Dalam persiapan pembuatan kandang dari pada ulat sutera ini ada beberapa hal yang perlu di lakukan yaitu dalam hal memilih lokasi atau tempat yang pas untuk budidaya ulat sutera ini.
Kriterianya sendiri adalah sebuah ruangan yang cukup besar untuk meng akomodir banyaknya ulat sutera yang akan kita budidayakan yang di lengkapi dengan ventilasi yang baik.
Fungsi dari pada ventilasi yang baik adalah untuk sirkulasi udara dan juga cahaya masuk ke dalam ruangan , sehingga biasanya memiliki jendela yang cukup. Bentuk dari pada kandang ulat sutera ini juga bisa di buat dari kayu dan juga bambu yang di bentuk seperti rak-rak tempat ulat hidup.
Namun sebelum rak atau kandang ulat sutera di diami oleh ulat alangkah lebih baiknya tempat itu sudah di sterilkan dari ancaman beberapa zat berbahaya yang akan mengancam perkembangan si ulat sutera ini. caranya bisa dengan menyemprotkan beberapa cairan seperti larutan kaporit ata juga bisa dengan cairan formalin yang bisa di beli di toko bahan – bahan kimia yang dimana kadarnya masing-masing 0,5% dan juga 3%.
Dalam membuat raknya pun tidak perlu kayu yang bagus dan kokoh karena berat dari pada ulat ini tidak begitu membebani alas ataupun rak itu sendiri.

 2. Bibit Ulat Sutra

 
      Setelah kandan untuk tempat ulat bulu menghasilkan ataupun tempat ulat sutera ini hidup , langkah selanjutya adalah dengan membeli dan juga memilih bibit dari pada ulat sutera yang akan kita kembang biakkan.
Beberapa tips di antaranya adalah dengan memilih bibit telur ulat sutera yang baik dan juga unttul. dalam pemilihannya sendiri  , bibit ulat sutera di  lakukan 10 – 12 hari sebelum pembudidayaan di mulai. Selain itu, pilihlah bibit telur ulat sutra yang baik.
Pemilihan bibit ini dilakukan 10-12 hari sebelum pemeliharaan dimulai.Dan lakukanlah tahap atau juga masa inkubasi terhadap telur dari pada ulat sutra agar penetasaan beragam. Tahap dari pada inkubasi itu sendiri adalah dengan memasukan bbit ulat sutera ke dalam kotak yang tertutup dengan kertas putih yang cukup tipis yang kemudian di simpan di dalam ruangan dengan suhu sekitar 25 – 28 derajat celcius dengan intensitas kelembaban ruangan yaitu 75 % – 80 %.
Selain itu pastikan juga bahwa si kotak yang sudah berisi telur ulat sutera ini terhindar dari sorot sinar matahari secara langsung. Apabila pada m asa ini telur ulat sutera terlihat seperti ada tanda bintik berwarna biru , segeralah untuk mengganti penutup kain putih tadi dengan kain hitam yang kemudian diamkan selama 2 hari

3. Pemberian Pakan Ulat Sutra

 
     Tahap selanjutnya dalam cara ternak ulat sutera adalah dengan memberikannya pakan. Setelah ulat sutera mulai berkembang dari kecil sampai persiapan menjadi kepompong , persiapan ataupun tahap ini merupaan tahap yang sangat serius dan butuh perhatian yang khusus karena dari pakan ini lah yang akan menentukan hasil dari pada benang sutera yang di hasilkan.
Selain itu juga di karena ulat sutera termasuk serangga yang rakus dan selalui ingin makan , sehingga jangan sampai anda melewatkan atau terlupakan memberi pakan terhadap ulat sutera ini.
Meskipun perlu perhatian khusus namun , pemberian makan ulat sutera sangatlah mudah karena ulat ini hanya mau makan daun dari pohon murbei saja sehingga kita tidak perlu repot mencari jenis-jenis pakan tertentu. Dalam pemberian pakannya pun bisa berdasakan ukuran ataupun umur dari pada ulat sutera ini. untuk ulat yang masih kecil atau memiliki tubuh yang kecil bisa di berikkan sekitar 300 – 400 kg daun murbei yang sudah kita petik sehingga tanpa cabang, danuntuk ulat yang dewasa atau berukuran besar bisa di berikan 2 – 3x lipat yaitu antara 1000 kg – 1300 kg daun murbei yang sama kita sudah petik sehingga tanpa cabang.

4. Proses Pemeliharaan Ulat Sutra

 
        Langkah terakhir dalam cara ternak ulat sutera adalah tahap di mana pemeliharaan ulat sutera itu sendiri. Dalam tahap ini  , bisa di katakan merupakan tahap yang cukup mudah atau gampang untuk di lakukan.
Dalam tahap ini kita perlu memperhatikan pola hidup dan keinginan dari pada ulat sutera ini seperti banyaknya makan , ulat sutera ini makan setidaknya 3 kali sehari di pagi , siang dan juga malam hari.
Kemudian setelah makan yang cukup banyak ulat sutera akan masuk ke dalam fase hibernasi atau mungkin lebih tepat di sebut masa tidur setelah kurang lebih 4 hari.
Dalam masa ini lah yang dimana kita harus siagap untuk menaburi ulat dengan kapur dan juga memastikan sirkulasi udara di sekitar kandang cukup baik dengan membuka ventilasi udara. Dengan membuka ventilasi udara yang membuat sirkulasi udara berjalan dengan baik hal itu akan membuat perkembangan dari pada ulat ini akan sangat baik. Dan setelah masa tidur selesai , ulat sutera akan bangun dan langsung makan sehingga kita harus mempersiapkan pakan dari ulat sutera ini ketika ulat sedang tidur.
Cara perawatan lainnya adalah kita bisa memindahkan ulat sutera ketika sudah cukup besar ke dalam ruangan baru yang memiliki suhu yang berbeda di sekitar 24 – 25 derajat celcius dengan tinggak kelembaban 70 % – 75% yang dimana pada ruangan ini ulat akan berubah menjadi kokon.
Tahap inilah yang dimana nantinya akan di jadikan bahan benang atau serat sutera. pengkokoan ini biasanya berlangsung cukup lama sekitar antara 7 – 8 hari. Pola hidup dari ulat sutera ini mulai dari telur yang kemudian nantinya akan meneteas menjadi ulat kecil dan berkembang menjadi ulat besar memiliki waktu yang cukup singkat dan berbeda-beda tergantung dari pada bagaimana kita merawat ulat sutera ini.
Setelah melewati masa itu ulat dewasa akan bermetamorfosis kembali menjadi pupa atau yang sering kita sebut kepompong. Setelah melewati masa kepompong , ulat sutera akan menjadi ngengat. Hal unik dalam proses perkembangan dari ulat sutera ini adalah setiap siklus ataupun fase dari pada ulat mulai dari bibit sampai ngengat , mereka akan melalui fase tidur atau istihat yang cukup lama sekitar 4 – 7 hari.

Sejarah Pulau Penyengat

     SUATU hal yang tercatat dalam sejarah adalah bahwa mesjid ini merupakan satu-satunya peninggalan Kerajaan Riau-Lingga yang utuh. Harap diingat, Penyengat pada akhirnya tidak saja sebagai tempat berkedudukannya seorang Yang Dipertuan Muda atau semacam Perdana Menteri Kerajaan Melayu Riau-Lingga, tetapi juga tempat kedudukan Sultan sejak tahun 1900 dengan segala macam pembangunan fisiknya; sebutlah di antaranya berbagai macam istana, mahkamah, rumah sakit, listrik, dan jaringan telepon yang tersedia sebelum abad ke-20.
     Alkisah, nama pulau Penyengat muncul dalam sejarah Melayu pada awal abad ke-18 ketika meletusnya perang saudara di Kerajaan Johor-Riau yang kemudian melahirkan Kerajaan Siak di daratan Sumatera (masih di Riau). Pulau ini menjadi penting lagi ketika berkobarnya perang Riau (akhir abad ke-18) pimpinan Raja Haji Fisabilillah yang pada tahun 1997 diangkat sebagai pahlawan nasional. Raja Haji menjadikan pulau ini sebagai kubu penting yang dijaga oleh orang-orang asal Siantan, dari kawasan Pulau Tujuh di Laut Cina Selatan.
       Cerita rakyat menyebutkan, nama pulau tersebut diambil dari nama binatang yakni penyengat (sebangsa lebah), semula dikenal sebagai tempat orang mengambil air dalam pelayaran di kawasan ini. Konon, suatu kali para saudagar yang mengambil air di situ diserang binatang tersebut. Pihak Belanda sendiri menjuluki pulau itu dengan dua nama yakni Pulau Indera dan Pulau Mars. Kini pulau itu lebih dikenal dengan nama Penyengat Inderasakti.
       Pada tahun 1805, Sultan Mahmud menghadiahkan pulau itu kepada istrinya Engku Putri Raja Hamidah, sehingga pulau ini mendapat perhatian yang jauh lebih besar dibandingkan sebelumnya. Perhatian itu semakin mantap dinikmati Penyengat, ketika beberapa tahun kemudian, Yang Dipertuan Muda Jaafar (1806-1832) memindahkan tempat kedudukannya di Ulu Riau (Pulau Bintan) ke Penyengat, sedangkan Sultan Mahmud pindah ke Daik-Lingga.
        Dengan pengalamannya sebagai pengusaha timah di Semenanjung Malaya dan selalu berpergian ke berbagai tempat sebelum diangkat menjadi Yang Dipertuan Muda, Raja Jaafar membangun Penyengat dengan cita-rasa pemukiman yang molek. Sejumlah pengamat asing menyebutkan, Penyengat ditata sebaik-baiknya tempat yang terlihat dari penyusunan pemukiman, keberadaan tembok-tembok, saluran air, dan jalan-jalan. Pada gilirannya, Sultan Abdurrahman Muazamsyah, tahun 1900 memindahkan tempat kedudukannya dari Daik ke Penyengat.
      Setelah menolak menandatangani politik kontrak dengan Belanda dan melakukan berbagai macam bentuk perlawanan, Sultan Abdurrahman Muazamsyah diturunkan dari tahta oleh penjajah. Tak seorang pun orang Melayu yang bersedia menjadi Sultan setelah itu, Abdurrahman Muazamsyah bahkan mengilhami orang-orang Riau meninggalkan Penyengat menuju Singapura dan Johor tahun 1911. Hanya beberapa ratus orang penduduk dari 6.000 orang penduduk waktu itu yang tinggal di Penyengat setelah peristiwa tersebut.
       Dengan demikian, bangunan-bangunan kerajaan terbiarkan, bahkan dijarah. Selentingan dari penduduk terdengar cerita tentang bagaimana di antara para bangsawan mengharapkan agar bangunan-bangunan yang ada hendaklah dirubuhkan daripada diambil oleh Belanda. Tindakan semacam itu tidak mungkin dilakukan terhadap Mesjid Sultan, malahan rumah ibadah ini dipelihara baik sebagaimana mestinya sebuah rumah ibadah.
        Sebenarnya, Mesjid Sultan di Pulau Penyengat sebagaimana disebutkan dalam Tuhfat al-Nafis (buku sejarah Melayu) karya Raja Ali Haji, dibangun seiringan dengan dihadiahkannya pulau tersebut kepada Engku Putri Raja Hamidah oleh Sultan Mahmud. Cuma saja, waktu itu, mesjid tersebut terbuat dari kayu. Raja Jaafar yang membangun Penyengat sebagai bandar modern hanya pernah memperlebar mesjid itu karena penduduk Pulau Penyengat semakin banyak.
Dalam buku Mesjid Pulau Penyengat yang disusun Hasan Junus disebutkan, pembangunan mesjid itu secara besar-besaran dilakukan ketika Raja Abdul Rahman memegang jabatan Yang Dipertuan Muda Riau-Lingga (1832-1844), menggantikan Raja Jaafar. Tak lama setelah memegang jabatan itu yaitu pada tanggal 1 Syawal tahun 1284 H (1832 M) atau 165 tahun yang lalu, setelah usai shalat Ied, ia menyeru masyarakat untuk ber-fisabilillah atau beramal di jalan Allah.
       Caranya adalah dengan membangun mesjid di atas tapak mesjid yang lama. Suatu mesjid yang dapat meninggalkan zaman yaitu dapat digunakan mulai saat dibina sampai kepada anak cucu mendatang. Seruan ber-fisabilillah itu sangat kuat bergaung, setelah seruan serupa dikumandangkan dalam perang Riau, sehingga berduyun-duyunlah masyarakat datang dari berbagai tempat untuk bergotong-royong. Khusus pada sepekan pertama, para lelaki selain penjaga malam, dilarang keluar rumah agar siangnya dapat menyumbangkan tenaganya untuk mesjid. Akhirnya, pembuatan fondasi mesjid selesai dikerjakan selama tiga pekan.
      Tidak saja tenaga, mereka juga menyumbangkan makanan seperti beras, sagu, dan lauk-pauk termasuk telur ayam. Makanan itu berlimpah-ruah, bahkan konon putih telur sampai tidak habis dimakan. Atas saran tukang pada bangunan induk mesjid, putih telur itu akhirnya dicampur dengan semen untuk perekat batu. Itulah sebabnya mengapa banyak masyarakat menyebutkan bahwa mesjid tersebut dibuat dari telur.
       Kini kawasan mesjid itu berukuran 54,4 x 32,2 meter. Bangunan induknya adalah 29,3 x 19,5 meter, disangga oleh empat tiang. Lantai bangunannya dibuat dari batu bata tanah liat. Di halaman mesjid, terdapat dua buah rumah sotoh yang diperuntukkan bagi musafir dan tempat musyawarah. Selain itu terdapat juga dua balai, tempat orang biasanya menghidangkan makanan ketika kenduri dan untuk berbuka puasa yang disediakan pengurus mesjid setiap hari seperti juga tahun ini. Khusus bangunan induk, Raja Hamzah Yunus mengatakan, “Tidak ada perubahan semenjak pertama dibangun oleh Raja Abdul Rahman.”
       Tak pelak lagi, keberadaannya memang amat lain dibandingkan mesjid semula yang terbuat dari kayu. Seperti dikisahkan dalam Mesjid Pulau Penyengat, semula mesjid itu berlantai batu merah empat persegi, sedangkan dindingnya terbuat dari kayu cengal (Balanocarpus heimii) yang didatangkan dari Selangor (kini masuk Malaysia). Atapnya terbuat dari kayu bekian. Hanya terdapat sebuah menara setinggi 12 hasta, ditambah sebuah kubah berukuran 17 hasta. Mesjid ini diberi pagar hidup dengan pohon-pohonan yang tumbuh merimbun.
Patutlah diakui bahwa bentuk Mesjid Sultan di Penyengat kini sangat unik. Sulit bagi orang untuk menentukan asal arsitekturnya. Ada yang mengatakan, mesjid ini bergaya India berkaitan dengan tukang-tukang dalam membuat bangunan utamanya adalah orang-orang India yang didatangkan dari Singapura. Tetapi yang jelas, arsitektur mesjid merupakan gaya campuran dari berbagai wilayah budaya seperti Arab, India, dan Nusantara. Dalam dua kali pameran mesjid pada Festival Istiqlal di Jakarta (1991-1995) disebutkan bahwa Mesjid Sultan ini merupakan mesjid pertama di Indonesia yang memakai kubah.
      Terdapat 13 kubah di mesjid itu yang susunannya bervariasi seperti ada “kelompok” kubah dengan jumlah tiga dan empat kubah. Ditambah dengan empat menara yang masing-masing memiliki ketinggian 18,9 meter, maka dapatlah dijumlahkan bahwa bubung yang dimiliki mesjid tersebut sebanyak 17 buah. Ini diartikan sebagai jumlah rakaat dalam shalat yang harus dilakukan oleh setiap umat Islam dalam sehari semalam yakni subuh (dua rakat), zuhur (empat rakaat), asyar (empat rakat), maghrib (tiga rakaat), dan isya (empat rakaat).
       Keunikan di dalam mesjid masih banyak. Paling menarik perhatian adalah terdapatnya mushaf Alquran tulis tangan yang diletakkan dalam peti kaca di depan pintu masuk. Mushaf ini ditulis oleh Abdurrahman Stambul tahun 1867. Ia adalah salah seorang putra Riau yang dikirim Kerajaan Riau-Lingga untuk menuntut ilmu di Istambul, Turki. Disebabkan tempat belajarnya, penulisan mushaf Alquran itu bergaya Istambul yang dikerjakannya sambil mengajar agama Islam di Penyengat.
Alquran tulis tangan lain yang ada di mesjid itu dan tidak diperlihatkan kepada umum, ternyata lebih tua yakni dibuat tahun 1752. Uniknya, di bingkai mushaf yang tidak diketahui penulisnya ini terdapat tafsiran-tafsiran dari ayat-ayat Alquran, bahkan terdapat berbagai terjemahan dalam bahasa Melayu terhadap kata per kata di atas tulisan ayat-ayat tersebut. Ini menunjukkan bahwa di sisi lain, orang-orang Melayu tidak saja menulis ulang mushaf, tetapi juga coba menerjemahkannya.
       Tentu saja mushaf tersebut tidak dapat diperlihatkan kepada umum karena sudah amat rusak. Mushaf ini tersimpan bersama 300-an kitab dalam dua lemari di sayap kanan depan mesjid. Kita-kitab tersebut adalah sisa-sisa kitab yang dapat diselamatkan dari perpustakaan Kerajaan Riau-Lingga, Kutub Khanah Marhum Ahmadi, yang tidak terbawa bersama eksodusnya masyarakat Riau awal abad ke-20 ke Singapura dan Johor. Dalam suatu kunjungannya tahun 1970-an, Buya Hamka menilai bahwa buku-buku tersebut merupakan buku-buku penting yang tinggi nilainya dalam Islam.
         Benda yang juga cukup menarik perhatian di mesjid ini adalah mimbar yang terbuat dari kayu jati. Sebuah sumber menunjukkan bahwa mimbar ini sengaja ditempah di Jepara, Jawa Tengah, sebanyak dua mimbar. Satu mimbar diletakkan di Mesjid Sultan di Penyengat ini, sedangkan mimbar lain yang berukuran lebih kecil, diletakkan pada mesjid di Daik. Jepara, memang sudah lama dikenal di Riau, bahkan misi dagang Riau yang dipimpin Raja Ahmad, sempat berada di wilayah itu tahun 1826. Di antara anggota misi ini adalah pujangga Raja Ali Haji yang keranda (peti mati) untuknya sempat juga dibuat di Jepara karena ia sakit keras ketika berada di situ.
          Hasan Junus mengatakan, di dekat mimbar itu disimpan sepiring pasir yang dikatakan berasal dari Makkah al-Mukarramah, melengkapi benda-benda lain semacam permadani Turki dan lampu kristal. Pasir ini dibawa oleh Raja Ahmad Engku Haji Tua yang dikenal sebagai bangsawan Riau pertama mengerjakan haji tahun 1820-an, hasil perdagangannya di Jawa sampai ke Betawi. Pasir tersebut senantiasa digunakan masyarakat dalam upacara jejak tanah, suatu tradisi menginjak tanah untuk pertama kali bagi kanak-kanak.
          penampilan suasana dalam Idul Fitri dan lintasan sejarah yang dikandung Mesjid Sultan itu yang agaknya “mengusik” hati orang luar datang mengerjakan shalat Idul Fitri atau Jumat (lihat: Naksabandiyah dan Berbagai Kegiatan).
           Pada gilirannya, kunjungan pendatang dari luar itu merupakan hikmah tersendiri bagi Mesjid Sultan. Ini terbukti banyaknya uang terkumpul dari infak dan sedekah pengunjung. Seorang pejabat Departemen Perhubungan di Jakarta beberapa tahun lalu sempat terkagum-kagum sambil mengatakan bagaimana sebuah mesjid yang berada di desa dengan mata pencaharaian penduduk adalah buruh dan pegawai negeri, memiliki kas di atas Rp 100 juta.
            Keterangan terbaru menyebutkan, kas tersebut kini sudah membengkak menjadi Rp 200 juta lebih. Uang inilah yang dikelola untuk berbagai kegiatan seperti pendidikan keagamaan bagi kanak-kanak. Setiap bulan Ramadhan, pengurus menyediakan makanan berbuka puasa bagi 40 orang. Tak ada syarat untuk itu kecuali memang berpuasa dan memerlukannya. Selebihnya, dana tersebut diperlukan untuk memakmurkan mesjid.
        Bayangkan saja, untuk memperindah mesjid, baru-baru ini dipasang lampu mewah pada dua menara mesjid seharga Rp 12 juta. Tak pelak lagi, dari Tanjungpinang, menara mesjid itu terlihat bagai mercusuar-seperti menjalani fungsi mercusuar sebenarnya agar orang tidak tersesat berlayar pada malam hari. Menaranya yang terang benderang terlihat seperti dua belah tangan yang mengaminkan doa ke langit, sekaligus mengingatkan orang akan wujud Allah.
         Pengurus mesjid pula tampaknya tidak terlalu ortodoks terhadap pengunjung yang setiap hari mengunjunginya dalam angka relatif-dapat mencapai 1.000 orang pada hari Minggu atau pada hari libur. Mereka dipersilakan melihat-lihat keadaan mesjid setiap saat. Tentu saja, kegiatan melihat-lihat itu tidak lepas dari usaha agar tetap mengingatkan diri kepada Allah, sehingga seorang pengunjung tetap dituntut berlaku sopan. Pengunjung lelaki misalnya, tidak diperkenankan naik ke mesjid kalau hanya memakai celana pendek. Selain itu orang tidak dibenarkan mengambil foto di dalam mesjid.
Tak hanya sampai di situ. Fasilitas mesjid dapat digunakan untuk berbagai kegiatan sosial keagamaan. Dua balai yang berada di halaman mesjid, dapat dijadikan tempat diskusi keagamaan dan kebudayaan. Tahun lalu misalnya, pengurus membenarkan pengisi kegiatan Hari Raja Ali Haji mengadakan kegiatan di dalam kompleks mesjid seperti bimbingan penulisan kreatif dan latihan membacakan syair dan Gurindam Duabelas.
          Ya, Mesjid Sultan merupakan salah satu dari belasan obyek wisata di Pulau Penyengat sebagai obyek wisata andalan Riau, apalagi dalam saat hari raya seperti sekarang. Tetapi untuk soal agama, Mesjid Sultan tidak bisa ditawar-tawar karena fungsinya tetaplah sebagai rumah ibadah. Mesjid ini seolah-olah hendak mengatakan bahwa pandangan terhadap dunia tidak mungkin ditutup, tetapi pandangan kepada akhirat tetap dibuka selebar-lebarnya

Kamis, 10 Januari 2019

Internet Pertamaku

Assalamualaikum wr.wb.
 
Perkenalkan nama saya M.SYAFRIZAL,saya lahir di SELAT BARU, 06 oktober 1996. saya mempunyai 1 adik kandung dari 2 bersaudara.

   Disini saya ingin menceritakan awal mula saya mengenal internet, singkat cerita saya mengenal internet pada masa saya SMP(sekolah menengah pertama), pada masa itu saya sering mengikuti teman-teman saya pergi ke WARNET(warung internet), biasanya kami pergi sehabis pulang sekolah, tetapi kami pulang kerumah dulu😁tentu saja kami makan dulu dan ganti pakaian, selesai semua itu saya pun dan teman-teman pergi ke WARNET(warung internet). sesampainya disana untungnya meja komputer masih ada kosong😀 dan kami pun mendudukinya.saya pun hanya bisa melihat karna tidak tau cara menggunakan komputer sama sekali. Asiknya melihat teman dan seringnya datang ke WARNET(warung internet), akhirnya saya bisa juga menggunakan komputer untuk mengkases jaringan internet, maklum saya dulu pas smp belum punya itu namanya hp android😆, saya biasasnya mengakses internet untuk bermain game,nonton di youtube,dan sangat penting yaitu mencari tugas sekolah. setelah saya menegenal internet dan tau sedkitlah masalah microsoft word saya pun sering diminta teman untuk mengerjakan tugas kelompok seperti membuat tugas makalah. itu semua karna saya sering bertanya dengan yang punya warnet dan teman-teman yang mengajari saya. Bak kata pepatah malu bertanya sesat dijalan.☺

Sekian cerita dari saya, jika terdapat kesalahan dalam kata yang saya tulis saya minta maaf yang sebesarnya. dan saya akhiri dengan,
 
wabilahitofikwalhidayah wassalamualikum wr.wb.